Opções interpretativas logicas logísticas interpretativas
Tutorial Contoh Analisis Regresi Logistik biner dikotomi dengan SPSS Pada hari sebelumnya telah dibahas tentang konsep dari regresi logistik biner. Sesuai dengan janji penulis akan dibahas tutorial regresi logistik biner dengan SPSS. (Kayak pemilu aja ya.:p). Untuk contoh kasus kali ini, terinspirasi dari tugas kelompok perkuliahan yang diambil dari tugas kakak tingkat. Bisa dibilang copas lah ya. Tapi, jangan dilihat dari copasnya. Tapi lihat dari niatnya dan keinginan untuk saling berbagi semoga dapat membantu mengerjakan tugas, skripsi, tesis atau bahkan disertasi. Contoh Kasus Analisis Regresi Logistik biner: Dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh antara variabel profitabilitas, kompleksitas perusahaan, opini auditor, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap ketepatan penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan. Profitabilitas diukur dengan ROA variabel kompleksitas terdiri atas 2 kategorik yaitu diberi angka 2 jika mempunyai anak perusahaan dan 1 jika perusahaan tidak mempunyai anak perusahaan opini auditor diukur dengan 2 jika mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dan 1 untuk opini yang lain likuiditas diukur dengan Razão atual dan ukuran Perusahaan diukur dengan logaritma valor de mercado natural. Variabel terikatnya adalah ketepatan penyampaian laporan keuangan, dengan kode 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan 0 untuk perusahaan yang terlambat. Data yang digunakan dalam penelitian ini tidak ditampilkan mungkin kalau teman ingin mencoba juga bisa didownload dibagian bawah nanti ya. Dalam tutorial ini menggunakan SPSS 20.Langsung saja ya dengan langkah-langkahnya. Langkah-langkah dalam pengujian analisis regresi logistik Pada posisi arquivo telah terbuka, maka akan terlihat pada layar dados tentang ketepatan penyampaian laporan keuangan perusahaan dengan sejumlah variabel-variabelnya. Untuk menganalisis, langkah awalnya adalah pilih menu Analisar. Kemudian pilih Regression from Binary Logistic. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Masukan variabel yang berfungsi sebagai variabel tak bebas dari caixa varibel ke kolom dependente. Dan masukan semua varibel bebas pada kotak Covariate. Método Untuk, pilih Enter. Sebenarnya bisa dipilih metode apa saja karena modelo yang terbentuk akan sama (dalam artian penduga-penduga parameternya akan memiliki nilai-nilai yang sama). Akan tetapi, khusus metode Digite, harus dilakukan proses dua kali. Pertama, dados de diagrama de identidade, variável sem valor, variável, variável, mana yang, significa, setelah, itu, di, executar, lag, dengan, menggunakan, variabel, yang, signifikan, itu. Modelo yang terbentuk akan sama dengan modelo yang diperoleh dengan metode lain. Klik Categorical. Masukkan semua variabel bebas yang berbentuk kategori pada kotak covariável ke dalam kotak covariáveis categóricas. Indicador padrão de biarkan contras pada. Untuk reference kategori pilih bagian kategori yang akan dipakai sebagai referensi atau pembanding yang akan digunakan dalam interpretasi odds ratio. Dapat menggunakan kategori akhir (último) atau kategori pertama (primeiro). Dalam penelitian ini digunakan kategori akhir (último). Kemudian klik Continue. Setelah itu pilih opção de menu. História da iteração do centang untuk dapat mengetahui proses iterasi yang telah berlangsung. Selain itu, akan ditemukan Classificação cortada, yang pada kondisi default sudah diisi dengan 0.5. Nilai ini disebut dengan o valor de corte atau probabilidade anterior. Peluang suatu observasi untuk masuk ke salah satu kelompok sebelum karakteristik variabel penjelasnya diketahui. Jika kita tidak mempunyai informasi tambahan tentang data kita, maka kita bisa menggunakan padrão. Misalnya pada penelitian ini, sebelumnya tidak pernah dilakukan penelitian apakah ukuran perusahaan condong pada satu sisi. Dengan alasan ini, dapat digunakan classificação ponto de corte sebesar 0,5. Namun, misalnya pada ada penelitian lain yang telah meneliti maka bisa dinaikkan diturunkan classificação cutoff sesuai hasil penelitian. Dalam penelitian ini semua variabel numerik dalam default 0,5. Abaikan bagain yang lain, klik continua. Abaikan bagian yang lain, dan tekan OK maka akan keluar saída de Regresi Logistik. Intrepretasi Hasil analisis regresi logistik Setelah keluar output dari hasil executando dados de SPSS maka diperoleh hasil analisis sebagai berikut: Identifikasi Data yang Hilang Pada tabel di atas, dapat dilihat tidak ada data yang hilang (casos em falta). Pemberian kode variabel respond oleh SPSS Menurut pengkodean SPSS, yang termasuk kategori sukses adalah penyampaian laporan keuangan tahunan yang tepat. Pemberian kode untuk variabel penjelas yang kategorik Pengkodean variabel penjelas hanya dilakukan untuk variabel penjelas yang kategorik karena akan dibentuk dummy variabel. Penelitian ini menggunakan dua variabel penjelas yang kategorik yaitu variabel Opini dan variabel Kompleksitas. Untuk variabel opini. Nantinya yang akan digunakan sebagai código de referência (kode pembanding) adalah Wajar Tanpa Pengecualian (lihat pada tabel di atas bagian codificações de parâmetros yang berkode nol). Sementara untuk variabel Kompleksitas. Yang menjadi kode pembanding adalah Punya anak perusahaan. Kode pembanding ini akan digunakan untuk interpretasi Odds Ratio. Uji Signifikansi Modelo Dari hasil SPSS dapat digunakan tabel 8220 Testes Omnibus de Coeficientes Modelos 8221 untuk melihat hasil pengujian secara simultan pengaruh variabel bebas ini. Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai Sig. Model sebesar 0.000. Karena nilai ini lebih kecil dari 5 maka kita menolak Ho pada tingkat signifikansi 5 sehingga disimpulkan bahwa variabel bebas yang digunakan, secara bersama-sama berpengaruh terhadap ketepatan penyampaian laporan keuangan suatu perusahaan. Atau minimal ada satu variabel bebas yang berpengaruh. Persentase Ketepatan Klasifikasi (Percentagem correta) Persentase ketepatan modelo dalam mengkasifikasikan observasi adalah 78.6 persen. Artinya dari 70 observasi, ada 55 observasi yang tepat pengklasifikasiannya oleh modelo regresi logistik. Jumlah observasi yang tepat pengklasifikasiannya dapat dilihat pada diagonal utama. Uji Parsial de Pembentukan Modelo Pada uji diharapkan Ho akan ditolak sehingga variabel yang sedang diuji masuk ke dalam modelo. Dengan bantuan tabel 8220Variables em The Equation8221 dapat dilihat variabel mana saja yang berpengaruh significa modelo de sehingga bisa dimasukkan ke. Jika nilai sig. lta maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil di atas diketahui bahwa terdapat 2 variabel bebas yang significikan berpengaruh terhadap ketepatan penyampaian laporan keuangan perusahaan karena masing-masing variabel tersebut memiliki nilai signifikansi yang lebih kecil aa. Variabel-variabel tersebut adalah Profitabilitas (Sig.0.004) dan Likuiditas (Sig.0.000). Modelo yang terbentuk adalah: Dimana: X1i Profitabilitas X2i Likuiditas i1,2,8230, n 7. Interpretasi Odds Ratio Nilai Odds ratio ini juga disediakan oleh tabel 8220 Variáveis na Equação 8221 pada kolom Exp (B): Berdasarkan hasil di atas kita dapat Menginterpretasikan Odds ratio sebagai berikut: Jika jumlah profitabilitas perusahaan bertambah 1 unidade maka kecendrungan perusahaan tersebut untuk tepat waktu menyampaikan laporan keuangan menjadi 2.780 kali lipat. Sebuah perusahaan yang tidak mempunyai anak perusahaan akan memiliki kecenderungan untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu sebesar 3.057 kali dibanding perusahaan yang memiliki anak perusahaan (merujuk pada código de referência). Perusahaan dengan opini auditor adalah opini lain cenderung 0.848 kali (lebih rentah) untuk tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangan dibanding dengan perusahaan yang Wajar tanpa Pengecualian. Jika Relação atual pada likuiditas bertambah 1 persen maka perusahaan akan cenderung 1.708 kali untuk tepat waktu menyampaikan laporan keuangannya. Ketika ukuran perusahaan bertambah 1 unidade maka perusahaan tersebut cenderung 1.123 kali untuk tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya. Buat yang ingin mencoba silahkan download filenya dibawah ini: tutorial reglog biner (SPSS 20) Escrito por: Nasrul Setiawan Terima kasih sudah membaca artikel Analisis regresi Regresi Logistik SPSS dengan judul Tutorial Contoh Analisis Regresi Logistik biner dikotomi dengan SPSS. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL statistikceria. blogspot 2013 01 tutorial-analisis-regresi-logistik. html. Apabila ada yang kurang jelas silahkan tinggalkan komentar atau pesan. Konsep Regresi Logistik Biner Dikotomi Analisis regresi logistik merupakan metode analisis yang biasanya digunakan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi berkaitan dengan skripsi tentang persepsi. Bahasa gaul metode ini biasa disebut reglog. Untuk pembahasan kali akan dibahas materi reglog dulu. Dan akan dilakukan untuk contoh kasusnya dengan software SPSS. Mudy-mudahan bisa membantu para cendikiawan muda termasuk penulis sendiri. hehehhe Analisis regresi logistik digunakan untuk menjelaskan hubungan antara variabel respon eang berupa dados dikotomik biner dengan variabel bebas yang berupa dados berskala intervalo dan atau kategorik (Hosmer dan Lemeshow, 1989). Variabel yang dikotomik biner adalah variabel yang hanya mempunyai dua kategori saja, yaitu kategori yang menyatakan kejadian sukses (Y1) dan kategori yang menyatakan kejadian gagal (Y0). Modelo modelo modelo Modelo modelo padrão modelo padrão modelo padrão padrão padrão, padrão do modelo de pada. Sebaran bernoulli termasuk dalam salah satu dari sebaran keluarga eksponensial. Variabel respon Y ini, diasumsikan mengikuti distribusi Bernoulli. Timbul pertanyaan: Perbedaan antara regresi logistik dengan analisis regresi biasa kenapa tidak pakai analisis regresi biasa aja Sebenarnya untuk masalah diatas bisa digunakan analisis regresi OLS. Tapi harus memenuhi asumsi bahwa 0 lt E (Yi 247 Xi) lt 1. Namun persyaratan tersebut sulit untuk terpenuhi. Sehingga metode regresi OLS kurang cocok untuk dados kuantitatif dan lebih baik menggunakan metode regresi logistik. Contoh Kasus dalam regresi logsitik biner: Pengaruh Tingkat Pendidikan, Lapangan Kerja yg dimasuki, Pendapatan, Pengeluaran, Jumlah ART terhadap status kemiskinan (Miskin TIdak Miskin). Pengaruh Pendapatan Keluarga, Banyaknya Anggota Keluarga, Jenis rumah, Usia Kepala Keluarga terhadap Kepemilikan rumah (Punya rumah tidak) Berdasarkan dua contoh tersebut mungjkin sudah membuka pikiran untuk kasus seperti apa regresi logistik digunakan. Intinya variabel dependencea dikotomi artinya memiliki dua kategori seperti pada kasus diatas yang ditebal. Kenapa cuma dua kategori aja tidak bisa lebih dari tiga kategori Untuk metode ini tidak bisa karena hanya bisa dua sesuai dengan namanya. Untuk masalah diatas ada metode lain yang bisa digunakan yaitu regresi logistik ordinal. Bagaimana langkah-langkah atau prosedur statistiknya sebagai referensi buat skripsi. hehehe Bentuk umum modelo peluang regresi logistik dengan p variabel penjelas, diformulasikan sebagai berikut: dengan (x) adalah peluang kejadian sukses dengan nilai probabilita 08804 (x) 88041 dan j adalah nilai parameter dengan J 1,2. P. (X) merupakan fungsi yang non linier, sehingga perlu dilakukan transformasi ke dalam bentuk logit untuk memperoleh fungsi yang linier ágar dapat dilihat hubungan antara variabel bebas dan variabel tidak bebas. Dengan melakukan transformasi dari logit (x), maka didapat persamaan yang lebih sederhana, yaitu: Jika dari beberapa variabel bebas ada yang berskala nominal atau ordinal, maka variabel tersebut tidak akan tepat jika dimasukkan dalam modelo logit karena angka-angka yang digunakan untuk menyatakan tingkatan Tersebut hanya sebagai identifikasi dan tidak mempunyai nilai numerik dalam situasi seperti ini diperlukan variabel manequim. Untuk variabel bebas dengan skala ordinal maupun nominal dengan k kategori, akan diperlukan sebanyak k-1 variabel manequim. Asseg-asumsi dalam regresi logistik: Tidak mengasumsikan hubungan linier antar variabel dependen de independent Variabel dependen harus bersifat dikotomi (2 variabel) Variabel independente tidak harus memiliki keragaman yang sama antar kelompok variabel Kategori dalam variabel independente harus terpisah satu sama lain atau bersifat eksklusif Sampel yang Diperlukan dalam jumlah relatif besar, mínimo dibutuhkan hingga 50 sampel dados untuk sebuah variabel prediktor (bebas). Parâmetro de Pendugaan Metodo untuk mengestimasi parâmetro-parâmetro yang tidak diketahui dalam modelo regresi logistik ada 3 yaitu: 1. Metode kemungkinan maksimum (Método de máxima probabilidade) 2. Metode kuadrat terkecil tertimbang noniterasi 3. Método analítico fungsi diskriminan (Discriminante Análise de Fucção) Pada dasarnya metode maksimum Probabilidade de se tornar um método de troca de dados, de acordo com o método do método mínimo quadrado, com método sedan. Kedua metode ini asymptoticaly equivalente. Artinya jika ukuran sampel besar keduanya akan menghasilkan estimator yang identik. Penggunaan fungsi diskriminan mensyaratkan variabel penjelas yang kuantitatif berdistribusi normal. Oleh karena itu, penduga dari fungsi diskriminan akan sobre estimativa bila variabel penjelas tidak berdistribusi normal. Dari Ketiga metodei di atas, metode yang banyak digunakan adalah metode maksimum likelihood dengan alasan lebih praktis (Nachrowi dan Usman, 2002). Metode maksimu likelihoood ini menduga parâmetro denegan nilai yang memaksimumkan fungsi verossimilhança (função de verossimilhança). Uji Signifikansi Modelo Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas secara bersama-sama (em geral) di dalam modelo, dapat menggunakan Uji Ratio de verossimilhança. Hipotesisnya adalah sebagai berikut: Ho: 1 2. P0 (tidak ada pengaruh veriabel bebas secara simultan terhadap variabel tak bebas) H1: mínimo ada satu j 8800 0 (ada pengaruh paling sedikit satu veriabel bebas terhadap variabel tak bebas) Untuk j 1,2. P Statistik uji yang digunakan adalah: Lo Maksimum Lieklihood dari modelo reduksi (modelo reduzido) atau modelo yang terdiri dari konstanta saja Lp Maksimum Probabilidade dari modelo penuh (modelo completo) atau dengan semua variabel bebas. Statistik G2 ini mengikuti distribusi Khi-kuadrat dengan derajad bebas p sehingga hipotesis ditolak jika p-valor lt, yang berarti variabel bebas X secara bersama-sama mempengaruhi variabel tak bebas Y. Uji Parsial de Pembentukan Modelo Pada umumnya, tujuan analsis statistik adalah untuk mencari Modelo yang cocok dan keterpautan yang kuat antara modelo dengan data yang ada. Parâmetro keberartiano de Pengujian (koefisien) secar parsial dapat dilakukan melalui Uji Wald dengan hipotesisnya sebagai berikut: Ho: j 0 (variabel bebas ke j tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel tidak bebas) H1: j 8800 0 (variabel bebas ke j mempunyai pengaruh secara Signifikan terhadap variabel tidak bebas) Untuk j 1,2. P Dengan statistik uji sebagai berikut: Hipotesis akan ditolak jika p-value lt yang berarti variabel bebas Xj secara parcial mempengaruhi variabel tidak bebas Y. Odds Ratio Odds ratio merupakan ukuran risiko atau kecenderungan untuk mengalami kejadian 8216sukses 8216 antara satu kategori dengan kategori lainnya, didefinisikan Sebagai ratio dari odds untuk xj 1 terhadap xj 0. Odds ratio ini menyatakan risiko atau kecenderungan pengaruh observasi dengan xj 1 adalah berapa kali lipat jika dibandingkan dengan observasi dengan xj 0. Untuk variabel bebas yang berskala kontinyu maka interpretasi dari koefisien j pada modelo regresi logistik Adalah setiap kenaikan c unidade pada variabel bebas akan menyebabkan risiko terjadinya Y 1, adalah exp (cj) kali lebih besar. Odds ratio dilambangkan dengan, didefinisikan sebagai perbandingan dua nilai odds xj 1 dan xj 0, sehingga: Siang mas. Saya Echa. Ingin menanyakan..pada penelitian saya (dados não paramétricos, var dependen dan independen keduanya rasio) didapat hasil korelasi spearman yg bermakna. Saya ingin melanjutkan regresinya..tp setelah saya uji regresi liniernya trnyt residualnya uji Kolmogorov tidak terdistribusi normal juga..hehhe. Sebaiknya saya menggunakan regresi apa ya mas apakah hrs menggunakan regresi logistik (dados pdhal saya rasio) .. mhn pencerahannya ya mas..tksh bnyk Siang. Kalau datanya rasio mungkin lebih baik menggunakan korelasi pearson. Kalau datanya tidak normal bisa dicoba transformasi dulu variabelnya mas. Assalamu39alaikum. Ka, mau tanya. Di logit, kalo salah satu variabel prediktor yang bentuknya logaritma natural (ln), misanya variabel pengeluaran dalam bentuk ln, itu gimana interpretasi odds ratio nya apa sama aja kaya di analisis regresi linier misal odds ratio nya 3, berarti tiap kenaikan satu persen pengeluaran, Kecenderungan quotsuksesquot akan meningkat sebesar 3 kali. Apa seperti itu terimakasih. Jazakumullaahu khairan. Wa39alaikumsalam, knapa di-ln-kn dek corrigindo variabelnya yang mentah saja, tidak usah ditransformasi, supaya reglognya tidak mubazir. Sama2 dek. Di-ln-kn, tujuannya biar mempermudah interpretasi ka, tapi ternyata malah bingung cara nginterprestinya. Kalo gak di-ln-kn, ketika odds nya 2, berarti intrpretasinya: setiap pertambahan quotsatuquot rupiah pengeluaran, meningkatkan kecenderungan quotsuksesquot sebesar 2x, apakah seperti itu maksud dari quotreglognya mubadzirquot itu gmn makanya tidak usah di-ln-kan dek, selain jd makin Susah interpretasi, biasanya transformasi dilakukan untuk menormalkan dados, sementara metode reglog tidak butuh asumsi normalitas. Reglog itu metode yang persyaratannya paling ringan di antara metode regresi lain, jadi kalau datanya diperlakukan seperti ketika memakai regresi biasa (yg syaratnya banyak) itu menurut saya mubazir. Assalamu39alaykum Mas Chalik Mawardi. Mohon izin saya ikut nanya juga ya, sedang menyusun skripsi. Ada beberapa pertanyaan: 1. Apakah Data berskala Ordinal bisa hanya terdiri dari dua kategori Contohnya para pelamar PNS dikategorikan menjadi quotlulus tesquot dan quottidak lulus tesquot. 2. Variabel penelitian saya hanya terdiri dari satu variabel dependem de satu variabel independen. Variabel dependennya sebenarnya terdiri dari 4 kategori, tetapi bisa juga diolah menjadi dikotomi. Sedangkan untuk variabel independennya interval, tetapi juga bisa diolah menjadi dhikotom. Mohon saran Mas Chalik sebaiknya saya menggunakan metode statistik apa Terima kasih sebelumnya. Wa 39alaikummsalam 1. Tidak, ordinal itu maksudnya, kategori, tapi memiliki tingkatan, berapapun banyaknya kategori tersebut. Misal, ranking de dados siswa i, IP mahasiswa i, jabatan pekerja, jenjang pendidikan (sd, smp, sma), dsb 2. Kalau dilihat dari jenis datanya, bisa pakai regresi logistik atau probit assalamualaikum, mas saya mau nanya. Saya masih belum paham soal penggunaan variabel manequim. Jadi penelitian saya tu datanya ordinal dengan satu variabel independen dan satu variabel dependen. Tapi penelitian saya ini dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok sasaran dan kelompok kontrol. Sebelumnya saya meneliti korelasi variabel x terhadap y pada kelompok sasaran, selanjutnya saya bandingkan dengan kelompok kontrol mana yang pengaruhnya lebih besar terhadap variabel y. Dosen saya menyarankan untuk di manequim, tapi saya blm paham mas. Mohon pncerahannya bgmn caranya, trus apakah bisa menggunakan spss atau gimana mas terimakasih sebelumnya. Pagi Pak, saya mau bertanya bagaimana cara mengolah regresso logistik dengan variabel dependen 2 kategori tapi variabel independennya ada tiga kategori. Misal dependennya menerima opini ir preocupação diberi kode 1 dan menerima opini não preocupação permanente 0 lalu independennya kondisi keuangan bangkrut diberi kode 1, rawan diberi kode 0, sehat diberi kode -1. Mohon pencerahannya pak, makasi untuk kemudahan coba ganti kode variabel independennya menjadi 1, 2 dan 3. jumlah pilihan pada variabel independen tidak masalah masih bisa dijalankan dengan programa populer seperti SPSS. Coba buka SPSS gt trus analisis gt regressi gt logistic biner (logística binária). Taruh variabel independen di covariate. Itu jika ingin menggunakan logistik biner. Jika ingin menggunakan logistik geral maka bisa buka spss trus analisis gt logística gt geral gt taruh di covariate digunakan jika variabel kategorik. Coba dulu yaa
Комментарии
Отправить комментарий